|
Masih ragu? Dapatkan sampel $!
Minta Sampel
|
| Kustomisasi: | Tersedia |
|---|---|
| Sertifikasi: | RoHS, BRC, ISO, FDA, HACCP |
| Metode Larik: | HPLC-MS, GPC, HPLC, UV |
Pemasok dengan izin usaha terverifikasi
Diaudit oleh lembaga inspeksi pihak ketiga yang independen


| Nama Produk | Raspberry Ketone |
| Tampilan | Bedak putih |
| CAS NO | 5471-51-2 |
| Penyimpanan | Tetap di lokasi yang dingin, kering, dan gelap |
Raspberry Ketone, juga dikenal dengan nama 4-(4-hidrokyfenil)butan-2-one, merupakan senyawa aromatic alami yang terutama ditemukan dalam raspberry merah. Selama beberapa tahun terakhir ini, tingkat kesehatan telah menjadi perhatian yang signifikan karena potensi manfaat dan aplikasinya di berbagai industri.

Suplemen diet makanan: Raspberry Ketone sering digunakan sebagai bahan makanan dalam hal suplemen kehilangan berat badan. Pabrik-pabrik mengklaim bahwa ia dapat meningkatkan metabolisme dan meningkatkan pembakaran lemak, membantu pengelolaan berat badan.
Kosmetik: Karena sifat-sifat antioksidan, Raspberry Ketone digabungkan dengan produk perawatan kulit dan kecantikan. Sebagai upaya untuk mengurangi peradangan kulit, meningkatkan elastisitas kulit, dan melindungi dari kerusakan lingkungan.
Industri makanan dan minuman: Campuran ini juga digunakan sebagai agen yang baik dalam makanan dan minuman tertentu, memberikan aroma dan rasa yang mirip raspberi rasa.
Metabolisme Booster: Raspberry Ketone diperkirakan menstimulasi hormon adiponektin yang mengatur metabolisme dan kadar glukosa. Dengan meningkatkan kadar adiponektin, lemak dapat menimbulkan pembakaran lemak dan menurunkan persentase lemak tubuh.
Aktivitas antioksidan: Sifat-sifat antioksidan yang kuat, Raspberry Ketone membantu menetralkan radikal bebas di dalam tubuh, sehingga mengurangi stres oksidatif dan melindungi sel dari kerusakan. Hal ini dapat membantu kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan, yang berpotensi menurunkan risiko penyakit kronik.
Regulasi napsu makan (seleraka): Beberapa studi menyarankan bahwa Raspberry Ketone juga memiliki efek makan mengurangi nafsu makan, sehingga memudahkan individu-individu untuk mengontrol asupan makanan dan mempertahankan pola makan yang sehat. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasikan penemuan ini.




